Selasa, 30 Juni 2015

Janji Hati

Ketika kau belajar pada waktu
Dengan arah lajunya ..
Hingga kau merasa ini persinggahan sementara
Dengan ruang kedapnya ..
Hingga kau yakinkan sebagai rasa cinta

Mimpikah semuanya??

Dengan rindupun berada di sana
Mencari pengakuan jika ia ada
Ahh ...
Pilinan kasihmu tertambat di sini
Menganyam sebuah janji hati

Masihkah kau tanya lagi tentang rasa??

Ketika kau belajar pada waktu
Tapaknya memang akan tertinggal
Mungkin juga menjadi jejak kumal
Dan kau tak inginkan itu
Karena cintamu padanya adalah kekal ..

------ Love u ... ( 010715)

Kamis, 18 Juni 2015

Itulah cinta ...

Cinta itu sederhana ..

Antara jeritan dan lirihnya rindu adalah sama, menjanjikan kesunyian pada napas yang memburu, menyajikan gelisah tak bertuan. Ahh ... Daya pun tak terjamah karenanya. Taukah kamu, jika kamu kerahkan upayamu ... Dan itu adalah percuma, apa bedanya dengan langit yang berongga?? Kemustahilan ....

Antara senyum dan perihnya kesakitan adalah sama, melukis nestapa tanpa di sengaja, mencari keberadaannya entah di mana. Ahh ... Logika terlewat melampaui batas. Taukah kamu, jika kamu paksa binarkan  matamu ... Dan itu adalah sembilu, apa bedanya dengan kabut yang sirna perlahan?? Kesiaan ....

Bagaimana dengan aku??
Juga denganmu??

Ketika memar rasa itu adalah cinta, maka cinta itu sederhana, di mana kamu adalah aku dan aku adalah kamu. Pertautan yang hanya bisa dimengerti oleh hati. Perbedaan yang tak terlihat karena satu jiwa. Sakitmu adalah laraku, sayatannya melampaui kesakitanku sendiri, kemustahilannya bisa diterima akal, kesiaannya selalu membawa kerinduan yang kekal.

Itulah aku ..
Itulah kamu ...

Karena cinta itu sungguh sederhana ....

Rabu, 14 Januari 2015

puzzle 4

Aku tak merasa hayalanmu terlalu tinggi sebab pohon cinta itu kini tlah berbatang sayang yang kuat dan akarnya tlah menancap!! ..Aku percaya jika pohon cinta yang tercipta akan sanggup membawa impian kita setinggi angkasa.. Denganmu sebagai pengawalnya ...

puzzle 3

Kau persilahkanku memilah serabut yang kusuka.. untuk apa?? Hmmm ... Tak akan pernah ku lakukan itu ..Karena harapku... batang sayang itu akan tumbuh dan bersemi menjadi pohon cinta agar aku bisa berteduh dengan damai di sana ...Mungkin hayalanku terlalu tinggi ... Tapi tiada alasan lain ...tak juga akan kusangkal ...... itulah adanya..!!!

puzzle 2

Sayang itu tlah mengakar hingga serabutnyapun aku tak tau dimana ujungnya..Jika mungkin ku diharuskan memenggal bagian terkecilnya sebagai persembahan rasaku padamu, tak akan pernah kulakukan...Karena ku tak rela memisahkan dari batangnya.. Kan kupersilahkan kau memilah sendiri bagian serabut mana yg kau suka sbg persembahan cinta..

puzzle 1

Pujianku adalah bagian dari pemujaanku,tapi memang benar.. aku bukanlah penganyam kata yang bisa membuat tikar cinta utk membaringkan rasa..Jadi .... Jika rangkaian kataku tak sehalus sutra., maka maafkanlah..!!

rindu

ketika rasa rindu itu hanya mampu terangkai dalam sebuah kalimat.. Kaupun hanya bisa terpekur menahannya untuk keutuhan hatimu sendiri ..Sebab kekuatan rindumu telah melebihi penguasaan logika. Semakin dalam bukan malah teredam dan tenggelam, namun kau akan semakin merajam ...

Senin, 12 Januari 2015

sebuah angan

Aku selalu melihatmu
Dalam kejauhan hatiku
Tanpa sadar aku menggumam sendiri
Mengeja kalimat sayangku
Padamu...

Ku berharap kau mendengarnya
Meski kita tak pernah jumpa lama
Ku ingin kau juga merasakannya
Saat belaian tangan ini menyentuhmu dengan doa

Tahun bergulir seolah tak terhiraukan
Besarmu kini bisa ku bayang
Tanpa kau harus dalam pelukan
Dan...
Aku akan pahaminya
Jika kau lebih memilih berada di sana
Jauh melewati batas nyata
Karena kasihmu..
Karena cintamu..
Padaku jua..

Ketika ku terdiam
Seperti menunggumu
Menginginkanmu ada bukan dalam semayam
Mungkin karena celoteh rinduku menimangmu
Bidadari kecilku...
Walau itu hanya di ujung angan


"Haninanda Putri Seputro"

kamu ..

Tak habis warna ku lukiskan TENTANGmu
Tak kurang kata ku puisikan EKSPRESImu
KARENA bagiku...
Tak ada satupun ISTILAH yang dapat mewakili ADAmu
Selain ..
Indahnya RASA di hatiku ...

doaku ..

Tuhan ..
Segala pujiku hanya untuk-Mu
Dan rasa syukurku atas nikmat-Mu
Tiada mungkin aku dustakan karenanya
Juga tiada pernah aku akan melewatkannya
Tuhan ..
Jika aku selalu berharap kemurahan-Mu
Ku tau pasti hanya Engkau yang ku tuju
Dengan doa-doa kebaikanku..
"Pada-Mu..
Aku titipkan orang-orang terkasihku
Bersama-Mu..
Aku serahkan alur hidupku"
Tuhan ..
Aku selalu percaya
Kau Maha Bijaksana atas semua
Kau Maha Sempurna pengatur segalanya
Amien..

yakinku ..

Aku tau ..
Kau pasti tepati janji
Bisa ku percaya itu

Dan aku juga yakin
Kau akan mengerti ketidakhadiranku
Bukan ku melewatkanmu karena aku tak mau bertemu
Bukan aku tak datang tanpa alasan

"Rindu ini terlalu kuat untuk dialihkan .. "

Itu yang tak aku mau!!
Di penghujung waktu kau tinggalkan pesan
Aku justru bisa datang ..
Namun aku ragu..
Masihkah kau 'menunggu' sementara waktu??
Sebelum berlalu??
Niat aku urungkan
Aku hanya bisa meemandangmu dari kejauhan
Harapku padamu dalam hati ..
Kau akan juga merasakan
Aku tak datang bukan tanpa alasan

I l u

Arti Ketulusan







Waktu seolah kelu
Dan berada di penghujungnya
Kau diam..
Menanti detikan yang berserak
Perih itu semakin menikam
Pilu...
Lara...
Tak jua kau indahkan
Tetap terdiam
Menunggu ragamu lelah
Dan menepi..


Kau berjalan cepat saat pulang dari tempat kerjamu, sambil memandang langit sore ini, mendung... seolah memburumu untuk segera sampai ke rumah. Namun bagimu, ada alasan yang lebih memburumu untuk sesegera mungkin sampai ke rumah. Langkah yang kau ayun terasa memberat meski pintu rumah tinggal beberapa meter di depanmu. Tak sabar kau raih gagang pintunya, kau buka dengan tergesa dan kau menghambur menuju peraduan.

Tangispun kau tumpahkan ....



Bersamaan di luar sana pula, hujan mulai turun. Rintiknya membasahi daun dan samar tercium aroma tanah basah . Hujan deras akhirnya tak terelakkan. Seperti halnya juga denganmu, tak puas deraian tangis itu hanya sebatas genangan di sudut mata. Kau biarkan aliran beningnya jatuh membasahi wajahmu. Tak ada niatmu untuk menyeka,kau begitu menikmati dingin lelehannya masuk dalam pori-pori kulitmu. Isakmu bagai melodi tersendiri. Sesekali kau gelengkan kepala seperti ingin menepis pikiran yang ada di otakmu. Terdengar desis halus dari bibirmu yang kelu...

"Enyahlah!! ........"




Dan ini rasaku
Bukanlah untuk basa basi

Biarlah...!!
Kidung itu akan berhenti
Melagu dalam sunyi

Biarlah...!!
Rindu itu rapat terkunci
Tak jua akan ku nikmati kembali


Perlahan kesadaranmu pulih. Ingatan tentangnya satu persatu menari di pelupuk mata. Yaa... Dia..!! Sosok yang telah mengisi mimpimu akhir-akhir ini, menjadikan siangmu ceria dan malammu sempurna. Hari berubah bulan, kau melewatinya tanpa terasa. Senyummu tersungging tipis tatkala ingat kejadian-kejadian konyol dengannya. Bersamanya itu bagaikan lengkungan pelagi tanpa batas, karena kau merasa bila dia sangat mengerti tentangmu, seakan hanya dia sebagai tempat pelabuhan hati yang harus kau tuju. Tak ada lain...



Ketika aku jatuh cinta
Padamu..
Ku penuhi hatiku dengan dendang cintamu
Ku bingkai senyummu tanpa pernah ku ragu
Ku rayu jiwaku tuk selalu setubuhi waktu
Kapanpun..
Gaung namamu tlah meluber di otakku



Rindu adalah menu yang berulang. Biru juga gambaran suasana hatimu setiap hari. Tak berjumpa sehari, bisa jadi sewindu terasanya. Hmm.... kau tersenyum, teringat akan lirik lagu tempo dulu. Penggambaran yang mungkin cukup sederhana tapi sulit untuk dapat lugas kau ungkapkan. Karena ini sebentuk rasa cinta, rasa yang teramat agung bila dituangkan pada deretan kalimat definisi. Cinta hanya bisa dirasa, sebab cinta adalah bahasa rasa dalam hati.

Bagimu, cinta itu indah ......




Dan tibalah saat dimana kau dipertemukan dengan kejadian yang tak kau duga sebelumnya. Kejadian yang membuat kau mendekap lara. Kenyataan yang mengharuskanmu untuk berfikir lagi memilihnya. Kepingan hatimu telah tergores dengan bilahan kata-kata. Periih .... Terluka ... ,namun sisi lain, kau sangat mencintainya.  Ahh.... !!

Masih berartikah di sini sebuah kata toleransi...???




Di sisi hati yang tersembunyi
Ada secuil ketakutan di sana
Cinta yang tlah kujatuhkan padamu
Akankah juga terpatahkan olehmu!!??
Aku tak mau..
Aku tak bisa..
Anganku tlah jauh mengembara
Dan tak ingin kembali lagi



Tak terasa airmata yang mulai berhenti tertumpah lagi saat mengingat penggalan cerita tentang dia pada bagian itu. Kau meradang menahan pilunya. Cintamu terkoyak. Antara maaf yang teramat berat terucap dan lembayung cinta yang terpilin tampak sempurna berbaur saling mendominasi. Kau berusaha mencari arti  ketulusan  pada cintanya. Hingga akhirnya kau tersentak seketika saat tiba-tiba sebuah keputusan telah berada di tanganmu.


Dan kau kembali menangis tersedu.....



Ku buka serpihan lembaran
Letihpun butuh penyelesaian
Ketika koyakan lara itu bernama cinta
Terpekur sendiri
Mendekap jeritan hati
Yang seharusnya berujung rindu

 Menyingkirlah...!!

Kau tak ubahnya seorang pecundang
Hanya tahu perkataan sayang
Tanpa bisa pahami...
Arti sebuah ketulusan




( Jakarta, Desember 2014 )

Rabu, 17 Desember 2014

Kecewa

Sepi menghujat kenikmatan
Perihmu hanya bisa tertahan
Pada siapa ingin kau adukan
Biasan dari segala keindahan

Kau membisu..
Kau abaikan hatimu..

Sepipun masih sendiri
Kini, entah apa yang dipikirkan
Seperti juga kau acuhkan rindumu
Melepasnya pada titik ketiadaan

Kaupun terluka ... Ahh!!

Senin, 08 Desember 2014

Andai aku..

Andai aku bisa terbang
Ku kepak sayap pengharapan ini
Padamu...
Agar kau mampu pahami inginku
Bersamamu...
Agar kau bisa merasakan
Jika malam tak selalu kelam
Dan bila letih mengajakmu bercengkrama
Dan bila perihmu senandungkan dera
Tak akan ku biarkan
Tak akan ku ijinkan


Tak akan pernah....!!!

Andai aku bisa terbang
Ku ajak kau melintasi nirwana
Menjelajah indahnya hayalan rasa

Aku tau...
Sayapku mungkin tlah rapuh
Ataupun penuh peluh
Tapi aku yakin..
Rentangan tanganmu membantuku
Pelukan eratmu menopangku
Pada pinggiran sudut hati

Andai aku bisa terbang
Ku sanjung adamu tiada henti
Dalam liarnya mimpi...

Sepi

Jika sepi itu memanggilmu
Mengertilah...
Bukan ia merasa tau
Keberadaanmu..
Ia sebatas meminta
Kau mengingatnya tiap waktu

Aahh..

epi hanya berceloteh dalam diam
Merajukpun ia tak sanggup
Merindupun seolah tlah tabu
Entahlah...

Jika sepi itu memanggilmu
Inginnya...
Tuk sampaikan sesuatu
Atas ingatan itu...
Pada sudut mana ia harus mendekam
Ia lebih tau...
Saat di mana ia akan memelukmu dalam angan
Ia juga tau...

Tentangmu..
Sepi tak pernah inginkan kau berlalu

Bersamaku..

Lentara malam tlah berpijar
Meliukkan sinarnya sesekali
Berlomba terangnya dengan kejora
Entah siapa pemenangnya
Siapapun... kau tak peduli
Biarlah...!!


Sedangkan kau masih asyik bersama kirana
Di sini..
Dengan peluk hangat sinarnya
Meski malam itu adalah sepi
Dingin ..

Kau abaikan semua
Kau cukup inginkan itu
Hanya itu...
Meletakkan dera rindumu
Pada tepian hati yang mulai meletih
Hingga tak kau rasa lagi
Jeritannya...

Kau rayu kirana agar tersenyum
Kau goda kirana mencarimu
Dan sapaanlah sebagai balasannya
Lirih kiranapun berbisik...

"Menarilah di ujung mimpi ini
Bersamaku
Hingga waktu menepis semua lara
Tanpa perlu adaku
Sekalipun itu... !! "

Diantaramu..

Kembali malam memelukku
Nyanyikan sebuah kidung rindu
Menuju ke peraduan
Dan bintang hanya bisa mengiyakan
Keberadaannya..

Tak menyela...
Tak seperti biasa...

Ku lihat rembulan hanya diam
Mengamati gelapnya malam
Tak ingin berteguran
Tak juga ada senyuman
Ku ikut diam bersama malam
Dan bintang masih juga mengiyakan
Keberadaannya...

Sekian kali aku masih terdiam
Merasakan hadirnya rembulan
Dalam pelukan malam
Dan bintang tetap mengiyakan
Keberadaannya...

"Di antaramu kini aku berada..."

Tentang langit..

Kau kembali menatap langit
Birunya berubah gelap
Perlahan hujan mengguyurmu
Menebarkan hawa dingin
Di sekitarmu...
Kau tak inginkan itu
Hitam awan menegurmu
Apa daya....
Dia lebih tau atas semua yang ada


Tatapanmu masih ke langit
Mencoba singkap awan gelapnya
Berharap matahari berpihak padamu
Mencari warna langit lain meski itu bukan biru
Dia tau....
Dia sangat tau itu....

" Jika aku meminta hujan kau tarik jatuhnya dari bumi...
Mungkinkah???
Jika aku meminta langit selalu biru....
Mungkinkah???
Karena aku percaya semua itu tak mungkin...
Tak mungkin.....!!!

Aku hanya sanggup meminta padamu...
Ijinkan aku menepikan awanmu bukan untuk melupakanmu
Namun...
Menyanjung adamu pada sudut hatiku...."

Indahnya persahabatan

Memandangmu dari kejauhan
Ku teringat masa silam
Saat semua rasa dilalui bersama
Susahnya...
Sedihnya...
Senangnya...
Sungguh...!!
Bagaikan riak rindu dalam hidupku
Tak akan terlupa...
Berbagi canda juga cerita
Tak terlewatkan begitu saja
Denganmu...

Aku tersenyum..
Kini...
Mampuku hanya memandangmu
Dari kejauhan...
Menyematkan melodi keindahan kasih sayang
Merengkuhmu walau cukup di angan
Bertalikan eratnya persaudaraan
Aku kembali tersenyum
Jika suatu saat nanti
Ku temuimu di pinggiran senja
Akan aku ceritakan padamu
Tentang segarnya embun pagi
Tentang keikhlasan sang matahari
Tentang perkasanya dunia
Tentang indahnya semuanya
Semuanya...!!
Tak ada kecuali
Namun...
Kan ku pinta padamu
Tuk percaya satu keindahan saja
Karena bagiku...
Tak ada yang lebih indah
Selain indahnya persahabatan kita

sayangku

Aku sayang kamu ....
Hanya itu yang ku tau ...
Hanya itu yang ku mau ...
Entah kau inginkan
Entah kau abaikan
Aku tak mau tau itu ....
Yang ku tau tentang hatiku
Aku sayang kamu ....

Rindu..

Dan aku berkawan dengan rindu
Malam ini..
Bersama senyummu yang hanya berupa sketsa
Juga tatapanmu yang terwakilkan nirwana
Inginku meronta..
Anganku mengembara..
Di antara belukar ketiadaan semu
Ku terkapar..
Menunggu hari cepat berganti

Entahlah...!!
Detiknya sang waktu seolah tak juga menghiburku
Kali ini...
Sunyi...
Menapaki satu persatu jeruji hati
Melewati ranting buaian mimpi
Ku merasa enggan..
Karena adamu masih lelap
Jauh pada batas ragawi...

milikku..

Kau begitu dekat..
Seperti malam dengan sunyinya
Terpekur aku sendiri di sini
Merasakan hangat pelukmu
Juga rajuk manjamu dari kejauhan
Sungguh....
Senandung yang kupinta padamu
Selalu..
Tak kan ku biarkan dingin angin merusaknya
Tidak..!!
Tak sedesirpun aku rela melepasnya
Meski aku tau...
Pagutan dingin mungkin lebih mengerti malammu
Namun...
Senandungmu itu hanya milikku
Milikku...!!!

menyayangimu...

Indah..
Aku merasakannya juga
Darimu...
Menghangat pada sekujur tubuh
Seolah berada dalam pelukanmu
Perlahan ku letakkan rasa rindu ini
Agar bisa menyatu lelehannya
Dengan rasamu...
Helaan napaspun menjadi teratur iramanya
Adamu..
Adamu..
Itu yang slalu ku pinta
Dekap tubuhku... jiwaku..
Semampumu menyayangiku
Akan kurasa hingga ujung waktuku..

celoteh antara bulan dan malam

...........................................................
Ketika kau sangkakan
Rembulan itu kelam karena awan
Percayalah...
Jika ia mungkin sengaja menepikan sinarnya
Untukmu..
Agar kau bisa menikmatinya di lain hari
Dengan warna yang berbeda

..........................................................
Aku tahu tentang awan
Aku tahu tentang garis peredaran bulan
Aku tahu kapan bulan muncul dan tenggelam
Aku tahu....
Tapi aku juga tau tentang indah purnamanya
Dan inginku setiap saat bersama indahnya
Salahkah...??
...........................................................
Tak ada yang keliru
Kau adalah kehebatan bagi purnamanya bulan
Juga indahnya sebuah keinginan
Percayalah satu hal..!!
Di mana bulan itu menyapamu
Adalah ajakan padamu
Menikmati panjang malammu
Bersamanya
Karena...
Bulan memahamimu
............................................................

Hari Ayah

Nada yang mengalun lembut ini
Aku persembahkan padamu
Sebagai lukisan segenap rasaku
Tentangmu...
Tak ada kalimat lain lagi
Kecuali...
" Aku sayang Kamu.. "

- Selamat Hari Ayah -

kangen

Dan ...
Bila aku diharuskan berucap
Satu kata
Padamu...
Tak akan ragu ku sapa
Indah malammu itu
Dengan hati yang bernada
Rindu ....

"Kangennya tuh di sini... Huuhh!!!!"

Selasa, 18 November 2014

kamu..

Ketika otak menjd tak sinkron dgn keinginan
Saat itulah waktu terasa lama
Kupejam mata utk mengabaikannya
Hingga aku hadirkanmu disini
Seperti inginku
Dan..
Ku penuhi sedari td otakku dgn logika tentangmu
Namun..
Imajinasi itu justru menguat tak terkira
Hadirmu semakin menari di pelupuk mata
Mencarimu jg memuja

Inikah yg dinamakan rindu??
Entahlah..
Hanya satu yg kurasa
Sungguh..!!
Tiadamu aku tanpa daya

ketika...

Ketika aku jatuh cinta
Padamu..
Ku penuhi hatiku dengan kidung cintamu
Ku bingkai senyummu tanpa pernah ku ragu
Ku rayu jiwaku tuk selalu setubuhi waktu
Kapanpun..
Apapun..
Bagaimanapun..
Gaung namamu tlah meluber di otakku
Namun...
Di sisi lain hati yang tersembunyi
Ada secuil ketakutan di sana
Cinta yang tlah kujatuhkan padamu
Akankah juga akan terpatahkan olehmu!!??
Aku tak mau..
Aku tak bisa..
Anganku tlah jauh mengembara
Dan tak ingin kembali lagi
Oleh sebab apapun..
Atas kehendak siapapun..
Aku hanya butuh kamu
Seperti awal cerita cinta ini kurasa
Hatiku...
Jiwaku...
Meluruh dalam rindu
Ketika aku jatuh cinta
Padamu...

rindu..

Dan..
tinggallah aku bersama rinduku
mengais lembar demi lembar harapan
tentangmu..
kini...
aku yakinkan dalam hati
jika kau adalah yang kutuju
jika kau adalah rinduku..
meski diam mungkin jawabanmu
tapi..aku percaya kamu
pada sayangmu..
dan caramu perlakukan rinduku
dengarkanlah..!!

percuma

Ketika waktu seolah kelu
Dan berada di penghujungnya
Kau diam..
Menanti detikan yang berserak
Perih itu semakin menikam
Pilu.
Lara..
Tak jua kau indahkan
Tetap terdiam
Menunggu ragamu lelah
Dan menepi..

pecundang

kau buka serpihan lembaran
letihmu butuh penyelesaian
ketika koyakan lara itu bernama cinta
terpekur..
mendekap jeritan lalu
yang berujung rindu
menyingkirlah!!
kau tak ubahnya seorang pecundang
hanya tau perkataan sayang
tanpa pahami arti keindahan...

biarlah..

bukan untuk basa basi
biarlah!!
kidung itu berhenti
melagu dalam sunyi
biarlah!!
rindu itu rapat terkunci
tak jua akan dinikmati
kembali..

Jumat, 31 Oktober 2014

Alasan Terbesar

Perlahan ku urai rasa
Di waktu yang berlalu
Entahlah..
Ku tak ingin tau apa-apa
Ku hanya inginkan adamu
Di sini..
Bersamaku memberi arti
Pada sketsa lirih yang kian kentara
Deranya


Senja memerah di ujung barat semakin memudar. Malam akan kembali menyapaku dengan pelan. Aku beranjak dari lamunan tentangmu  dengan enggan. Padahal baru saja juga dirimu berlalu dari sini. Ingin rasanya aku hentikan waktu saat ini, jika perlu aku putar waktu agar kembali. Tapi apa daya .....


Entahlah..........






Aku melihatmu di kejauhan. Saat itu kau tengah asyik bercanda dengan team Basket sekolah kita. Kebetulan kau termasuk salah satu dari mereka.  Dengan senyum khasmu yang bagiku menawan, kau semakin menarik mataku untuk selalu diamati.

Diamati.........

Kata itu tepat ditujukan padamu karena aku hanya berani memandangmu dari jauh. Akupun tahu, senyumanmu itu mungkin juga bukan ditujukan untukku saja. Banyak teman kita yang mengidolakanmu meski sesekali kau sempatkan menyapaku dulu ketika tanpa sengaja kita berpapasan di koridor kelas karena kebetulan kita beda kelas. Seperti biasa juga, saat itu kau hadir dihadapanku lengkap dengan senyum khasmu. Aku tersipu tapi senang. Bahkan,tanpa sadar justru aku menikmatinya dan tersenyum sendiri bila ingat kejadian-kejadian kecil itu. Senyum kukembangkan semanis mungkin untukmu.



Hadeeuh..........!!!



Hari demi hari semakin aku rasakan ketertarikan padamu. Aku simpan rapat agar yang tau rasa ini hanya hatiku. Menyapamu adalah menu khusus yang aku catat di buku harianku meski tak jarang juga itu terlewat karena ketidakberanianku bertatap muka denganmu. Dan mendengar balasanmu dari sapaan yang ku lontarkan adalah melodi dengan notasi tersendiri di telingaku. Apalagi bisa berdekatan denganmu, walaupun itu cuma sekedar jajan bareng bercampur dengan teman-teman di kantin sekolah, hmmmm.....  sebuah anugerah terindah bagiku saat itu. Tak terbayang jika aku bisa memandangmu sepuas ini, beda ketika aku pada posisi mengamati.




Dan kau sendiri tak tahu akan hal ini..........





Aku mau itu kamu..!!
Sapukan kuas pada kanvasku
Dengan warna semaumu
Itu memang kamu..!!
Melukiskan malam terang benderang
Dan pagi temaniku menari
Entahlah..
Mungkin layak jika aku dijuluki pemimpi
Karenamu..
Aku tak peduli lagi




Suatu ketika aku mendapatimu duduk di pojok taman samping sekolah dengan tatapan kosong sesaat setelah jam istirahat berbunyi. "Tumben banget," gumamku dalam hati. Tanda tanya besarpun tergantung di atas kepalaku. Antara ragu namun ingin tau, kuhampiri kau dengan langkah pelan-pelan. Aku takut bila kehadiranku malah mengagetkanmu. Aku menyapamu sebagai basa-basinya seraya menanyakan padamu apakah kau merasa keberatan bila aku ikut duduk di sini. Kau mengiyakan dan mempersilahkan agar duduk serta menjelaskan bila kau tak keberatan. Kau masih pada posisi seperti semula. Tatapan kosong juga masih tampak namun kali ini disertai dengan senyum yang dipaksakan. Aku juga tersenyum. Senyum yang benar-benar tulus untukmu sebagai rasa terima kasihku atas kesediaanmu kutemani.  " Perlu diambilkan minum di kantin? agar wajah kusutmu sedikit mengendor," kataku. Kau menggeleng. Aku tersenyum lagi.


Sama-sama terdiam. Kita tengah asyik dengan pikiran masing-masing. Aku beranikan diri untuk mencairkan suasana dengan mengajakmu bercerita tentang kejadian-kejadian menarik di sekolah. Semula kau hanya tersenyum mendengar celotehku. Aku tetap bercerita dengan gaya semenarik mungkin agar kau ingin juga menanggapi ceritaku tidak hanya dengan senyuman melainkan ikut bercerita. Akhirnya, kau terpengaruh masuk pada cerita yang kukemas sedemikian rupa. Antusiasmu terlihat saat kau bercerita tentang kejadian bersama tim basketmu, di mana itu terjadi pada waktu kau bertanding ataupun saat latihan. Gantian aku mendengar ceritamu tanpa ingin menyela. Sesekali aku menimpali apa yang kau ceritakan sambil tersenyum. Dan akhirnya kita tertawa bersama.



Hari itu kurasa dunia sungguh bernuansa beda......



Sungguh.... senang itu tak terkira bisa membuatmu tersenyum kembali. Aku tak hendak tahu apa yang kau pikirkan. Aku juga tak memaksamu untuk bercerita apa yang membuatmu risau. Yang aku inginkan kau selalu tersenyum dengan senyum khasmu yang menurutku begitu menarik itu. Untuk urusan lain....hmmm...aku tak peduli. Mungkin, bila suatu saat kau memberiku perhatian khusus barulah hal itu juga menjadi urusanku. Sayangnya, aku sendiri berpikir terlalu jauh bila mengharapkan hal itu. Terlalu takut aku menerima kenyataan yang mungkin saja berbeda. Mungkin.... mungkin.... Hanya itu yang ada dalam hati. Kusembunyikan kebenaran perasaanku jika itu menyangkut tentangmu. Aku tak ingin terluka bukan karena laranya. Aku lebih memilih mengabaikan rasaku agar aku bisa dekat denganmu tanpa kau harus tahu perasaanku sebenarnya. Dan hanya aku yang tahu alasan tepatnya.



Membayangkan hal itu terjadi saja sudah merupakan kebanggaan buat aku..........




Kau adalah segala keindahan
Dari seluruh persembahan
Jiwaku hanya menuntutmu
Di sini dengan sembunyi
Hatiku selalu mencintaimu
Di sini tanpa harus dipeduli





Lepas sekolah kita memilih tempat yang berbeda untuk melanjutkan kuliah. Dan entah bagaimana bisa terjadi, aku bertemu kau tanpa sengaja. Aku tertegun. Antara heran tapi suka. Aku melihatmu dengan ekspresi yang sama denganku juga. Hampir bersamaan kita tertawa. Kau asyik bercerita seolah kita sering bertemu. Tak ada canggung,tak ada malu. Kali ini bagianku yang terdiam menyimak apa yang kau sampaikan sambil sesekali  tersenyum. Bukan aku tak ingin ikutan bercerita, saat itu lebih pada kesibukanku mengendalikan gemuruh rasa hati yang selama ini kusembunyikan. Yaa.... rasa itu tak pernah hilang.



Kita sepakat untuk saling komunikasi setelah pertemuan itu.



Hingga suatu saat kau meminta waktu untuk bertemu denganku. Kau sempatkan datang ke kota tempat aku menuntut ilmu. Saat itu baru mulai masuk senja. Kau datang dan aku persilahkan untuk menikmati teh hangat yang kusajikan. Setelah mengobrol tanpa arah, akhirnya aku menanyakan maksudmu ingin menemuiku. Kau tersenyum seolah ingin menyembunyikan kegugupanmu. Aku juga ikut tersenyum.


"Aku sayang kamu, bolehkah aku meminta tempat teristimewa di hatimu? Aku tak memintamu menjawabnya sekarang..... "


Tertegun aku seketika. Apakah ini nyata? ataukah saat ini aku bermimpi dengan mimpi yang sama seperti yang ada di dalam hati? Kau datang padaku dan menyatakan itu. Memintaku menjadi teristimewa bagimu. Impian yang selama ini kuendapkan kini hadir tanpa ku duga. Sesuatu yang benar-benar menakjubkan.......
Sampai waktu mengharuskanmu pergi, aku masih belum memberikan jawabannya. Kau tak mempermasalahkan karena kau juga tak memintaku menjawab sekarang. Kau berlalu dengan iringan senyuman. Tinggal aku yang sendiri masih dalam ketertegunan. Lamunan tentangmu di waktu lalu terulang kembali tak terhindarkan. Hmmm.....






" Andai kau tahu rasa di hatiku saat ini, juga di waktu dulu ketika kita masih diberikan kesempatan bisa berjumpa lebih lama, kau tak perlu menunggu jawaban seperti sekarang. Aku akan menjawabnya dengan tegas karena aku merasakan hal yang sama. Tapi bila itu kau tanyakan sekarang, butuh waktu dulu untuk memilah lagi rasa yang kuendapkan dan mempercayaimu jika kau juga merasakannya. Tanpa sadar, telah kuagungkan keberadaanmu di hatiku dengan satu alasan, yaitu cinta. Dan itu adalah alasan terbesar aku  menjaga hati ini dari dulu hingga kini tentangmu. Aku bisa pastikan itu memang untukmu..."



Cinta.....
Kau tlah menjadi alasan terbesarku
Meniti panjangnya kisah ini
Pada detikan waktu
Tentangmu..
Sengaja kusembunyikan indahnya rasa
Hingga saat dimana akan ku urai kembali itu tiba
Bersamamu..
Hanya denganmu
Di sini






( Jakarta, Nopember 2014 )

Senin, 13 Oktober 2014

tentangmu

Langit akan membawaku
Temuimu..
Pada sudutnya yang mana
Aku tak tau..
Tapi aku bisa yakini
Dan aku tlah bersiap
Saat dirimu datang menjemputku
Sebagai bidadari surga
Seperti maumu...


Ku bersolek secantik mungkin
Ku berdendang semerdu lagu

Letih ku tepiskan
Gundah ku tanggalkan
Ku ingin hadirkan kau nyata
Dalam rasaku bercerita

Aku tau..
Ini sekedar permainan imajinasi hati
Atau mungkin angan lama yang tertunda
Namun ku mohon padamu
Percayalah..!!
Atas alur cerita cintanya
Yang digariskan untuk kita
Akan selalu indah pada waktunya

itu kamu

Perlahan kau urai rasa
Di waktu yang berlalu
Entahlah..
Ku tak ingin tau apa-apa
Ku hanya inginkan adamu
Di sini..
Bersamaku memberi arti
Pada sketsa lirih yang kian kentara
Deranya 

Aah..!!

Aku mau itu kamu..!!
Sapukan kuas pada kanvasku
Dengan warna semaumu
Itu memang kamu..!!
Melukiskan malam terang benderang
Dan pagi temaniku menari
Entahlah..
Mungkin layak jika aku dijuluki pemimpi
Karenamu..
Aku tak peduli lagi

Jingga

Ketika pagi akhirnya menyapaku
Masihkah itu kamu??
Segaris siluet jingga
Ataukah...
Ku harus menunggu datangnya senja
Tuk katakan itu memang kamu??

Bagiku...
Antara pagi ataupun senja hari
Aku enggan peduli
Adamu pada siluet jingga itu
Karena...
Aku hanya ingin pahami
Rasamu sebagai rindu
Dan akan selalu mencariku
Tanpa henti di sini ...

Rindu

Rindu...
Entah pada lapisan hati mana kini kuletakkan
Adamu..
Begitu menyesakkan tapi syahdu
Begitu menyakitkan meski merdu
Airmata yang mengalir untukmu
Tak berarti ternyata bagimu
Sayangnya...
Hatiku akan tetap peduli
Tertatih ku selalu hampirimu
Ingin panggil kenangan indahmu
Bukan pada lelehan perihmu
Namun apa daya ku tak mampu bersuara lantang lagi
Tentangmu...
Tak ubahnya butiran debu
Di ujung resah cintaku
Saat aku merindumu
Kekasihku....

Aku memanggilmu...
Aku memintamu...
Sayup...
Lirih...
Dan aku hanya dapati letih
Menunggu adaku
Pada hatimu

Di sini..

Ketika airmatamu berkisah
Tanganpun tak sanggup mengusap alirannya
Tuk sampaikan hatiku senantiasa
Bersamamu...
Dan ketika senyummu menghiasi
Rumitnya sketsa wajahmu
Dari luluh lantahnya bumi
Tanganpun tak mampu memeluk tubuhmu
Tuk ungkapkan hatiku turut bahagia
Menyaksikannya

Bukan aku tak mau
Bukan juga tak ingin
Aku kan menemui..
Saat kau sedang merasa sendiri
Dan ku akan tampakkan semua
Atas lembutnya pendaran rasa
Bagiku..
Kau adalah segala keindahan
Dari seluruh persembahan
Jiwaku hanya menuntutmu
Di sini dengan sembunyi
Hatiku selalu mencintaimu
Di sini tanpa harus dipeduli
Karena...
Kau tlah menjadi alasan terbesarku
Meniti alurnya kisah
Pada detikan waktuku
Di sini
Love u...

Sang Jengkerik

Jika saja jengkerik itu punya daya
Ingin rasanya terbang menghampiri rembulan
Mengajaknya berdansa di antara bintang
Tapi ia paham....
Sayapnya terlalu lemah
Untuk mewujudkannya
Kecewakah??
Tidak..!!
Walaupun bisanya sekedar menatap
Ia telah merasa bahagia
Jengkerik akan tetap bernyanyi
Meski lagu pemujaannya belum tentu sampai
Dia juga sadar..
Garisnya hanya berlompatan di rerumputan..


..................................................

Jika saja rembulan itu dipercaya
Sanggup turun ke bumi
Tanpa harus lewati awan dan bintang
Tuk temui jengkerik di sini
Akankah jengkerik itu mau berdansa?
Memamerkan liuk tariannya
Juga perdengarkan nyanyian bernada memuja
Ataukah rembulan hanya mendapatinya terdiam??
Karena masih merasa tanpa daya...

....................................................

"Percayalah...
 Aku mampu untuk turun ke bumi
Dan akan mengajakmu terbang tinggi
Tanpa perlu sayap lagi
Melainkan dengan hati..."
...................................................

Semangat

Jiwa-jiwa kecil mengais asa
Pada dingin pagi kau harus berkelana
Mengadu ilmu bekalmu
Yang kau sendiri tak menyadari
"Haruskah ini semua aku pelajari?"
Aku suguhkan sebuah senyuman
Dan mencarikan segudang alasan
Untukmu..
Agar kau bisa percaya
Jika titianmu mencari asa
Tak akan pernah sia-sia

Rabu, 24 September 2014

Bidadari Surga

........................................................................



Dimanakah kecantikan itu bertahta?
Bukankah dia terlahir bersama pemujanya?
Dan jika saat ini ada yg memujamu dg cinta
Saat ini pulalah dirimu bidadari dr surga


..........................................................................



 Kiranya ingin ku nikmati dayumu
Yang kau bisikkan lembut
Padaku..
Sanjungmu atas nama cinta
Adamu sebagai pemuja rasa
Hingga aku hanya mampu kembali bertanya
Pantaskah bagiku sebagai bidadari dari surga??




...............................................................................

Senja

Kali ini..
Kau pandang indahnya senja
Tak ingin terlewat lagi
Siluet jinggany yg menawan
Jadikan diri terpesona
Hangat kilaunya yg kau rasa
Jadikan hatimu jatuh cinta
Entah berapa kali kau nikmati
Secuil bosanpun tiada
Dan..
Ketika senja menghampirimu
Kali ini..
Kau lukis senyuman
Kau biarkan tubuhmu diselimuti rasa girang
Menepis malam yg meradang
Kau percaya..
Indah senja bukan sementara

Senja ini untukmu,Sayang..

Tentangmu..

Aku mencarimu
Di antara riuhnya rinai hujan
Yang tersisa..
Lembutmu masih bisa ku sentuh
Tanpa harus ku nyata
Rasa yang sengaja ku endapkan
Tlah menjerakan anganku seketika

Kau memang ada
Dan akan selalu ada
Jika kini aku temuimu lagi
Bukan untuk mengadu hati
Namun...
Ingin ku lewatkan mimpi beribu malam
Bersama lalunya gemerecah hujan
Tentang rasamu untukku...
Tentang adamu bagiku...
Adalah hal terindah yang ku puja
Meski tak bersama

Hal Terindah..

Aku mencarimu
Di antara riuhnya rinai hujan
Yang tersisa..
Lembutmu masih bisa ku sentuh
Tanpa harus ku nyata
Rasa yang sengaja ku endapkan
Tlah penjarakan anganku seketika
Kau memang ada
Dan akan selalu ada







Perlahan Abim merapikan rambutnya yang berantakan. Pandangannya masih tak lepas dari hamparan pantai di depannya. Angin pantai berhembus sedikit nakal tak juga mengganggu Abim dalam menikmati senja di pinggir pantai tersebut. Sore itu hujan telah berhenti dan menyisakan gerimis tipis. Deburan ombak sesekali terdengar beriring dengan gaduh tak karuan di dalam dadanya. Pertemuan dengan seseorang karyawati baru di kantornya menjadikan Abim tertegun. Pertemuan yang tak diduganya. Dan ia merasa harus mengunjungi tempat ini. Tempat di mana ia dan angan yang tak pernah terungkapkan itu beradu pandang. Angan yang ia rasa begitu indah namun ingin ia lewatkan keberadaannya bukan karena enggannya. Ia tak punya keberanian atas rasa sukanya itu.
Abim menarik napas panjang. Angin masih dibiarkan menyapu rambutnya. Kali ini ia enggan merapikannya lagi.



Ingatan Abim melayang kembali pada kejadian duapuluh tahun silam...



Pada pinggir pantai yang sama, terbayang lagi bagaimana repotnya ia mengatur irama jantungnya sendiri saat ia harus bertatap muka dengan seorang gadis yang telah menghiasi mimpinya. Dinda,nama gadis itu...Teman sekolah Abim tapi beda kelas. Gadis yang sederhana cenderung cuek menurut Abim.  Namun entah bagian sisi mana yang bisa membuatnya jatuh hati. Abim hanya memperhatikan Dinda dari kejauhan. Keinginan untuk menyapa  Dinda dipendamnya. Abim merasa berat memulai percakapan bila itu menyangkut orang yang istimewa baginya. Tak terbayang juga dalam benaknya bila gadis itu akan membalas rasa sukanya. Jauuh..... Tak terbayangkan.....  Dan ia hanya bisa diam tanpa sepatah katapun terucap untuk menyampaikan rasa sukanya itu.




Diam ku nikmati sayatannya
Sepi ku jerakan perihnya
Ranting kasihku yang rapuh
Patah sebelum tersentuh
"Apakah itu ragu?"
Tak ku iyakan
Bukan juga sebuah tolakan
Bilurnya tetap ku nikmati
Meski dengan sembunyi




Saat kelulusan,sekolah mengadakan tour dan salah satunya obyek wisata yang dituju adalah pantai Pangandaran. Seperti kebanyakan siswa lainnya, Abim menikmati momen tersebut dengan riang. Hingga di sisi pinggir pantai bagian kanan, Abim harus berpapasan... bertatap muka dengan Dinda, gadis yang telah mencuri hatinya. Rasa kikuk menghampiri. Tanpa disadari, Abim hanya diam mematung. Dinda tersenyum padanya  dan permisi ingin mengumpulkan kerang yang berserak di sekitar pinggir pantai itu. Abim menyilahkan Dinda berlalu dan membalas senyuman Dinda dengan sedikit tersipu dan buru-buru menolehkan wajahnya berlawanan arah untuk menyembunyikan pendaran rasa yang ada di hatinya. Ada rasa senang... bingung... malu.... tapi lega.




Abim merasa harus tahu diri soal ini namun ia juga tak mau mengingkari kata hati...



Ketika bait-baitmu bertebaran di sekelilingku
Aku tersentak..
Kucium aroma embun pagi
Aroma tanah basah
Perlahan ceceran hati ini kembali
Mengundang bayang yang pernah hilang
Bayang yang pernah ku puja
Saat purnama tiba..





Kembali Abim menghela napas panjang. Menggeser kursi yang ada di depannya dengan maksud ingin meluruskan kaki agar lebih santai lagi. Senja belum hilang siluet jingganya. Dan Abim tak peduli bila jingga itu akhirnya menghilang. Dia ingin menikmati riak angannya sampai ia merasa lega dan puas.
Angan yang senantiasa ia puja keberadaannya tanpa maksud untuk terus mendekapnya. Angan yang hanya ia dan hatinya yang tahu betapa indahnya sketsa cinta yang ingin ia punya. Mata Abim terpejam mencari arti hadirnya seorang Dinda di hatinya. Masih saja logikanya buntu untuk satu hal itu.





Bila aku boleh meminta
Adamu pada bayangan itu
Aku ingin kau punguti ceceran hati ini
Dan kau rangkum menjadi satu kisah elegi
Untukku...
Jangan pernah berhenti lagi





Ketika senja benar-benar menghilang, haripun merangkak malam. Angin malam menyapanya lirih namun dingin. Abim membuka mata perlahan seolah bersiap menyambut sepinya malam. Ia beranjak dari duduknya dan mulai merapikan rambutnya. Jaket ia kenakan untuk sekedar menepis hawa dingin di tepi pantai. Sebuah senyuman ia lukis sendirian sebagai ekspresi bahwa ia telah lega dan puas mengurai endapan angan di hatinya. Yaa.. lega...  Abim merasa lega. Dimana ia bisa merasakan kehadiran nyata angannya saat ini dan melepaskan rasa yang ternyata tak pernah hilang. Rasa yang masih ada dan hanya sembunyi di dasar hatinya. Langkahnya ringan seringan ia merasakan hatinya kali ini.






" Dan aku tau... rasaku padamu... adamu untukku adalah hal terindah bagi alur hidupku... dan tak ingin aku ingkari tentang hal itu..."






Kini aku temuimu lagi
Bukan untuk mengadu hati
Namun...
Ingin ku lewatkan mimpi beribu malam
Bersama lalunya gemerecah hujan
Tentang rasamu untukku...
Tentang adamu bagiku...
Adalah hal terindah yang ku puja
Meski kita tak bersama





( Jakarta, September 2014 )